online degree programs

Minggu, Maret 09, 2008

Psiko-intelektual


Penyakit baru yang merebak waktu dekat ini tak hanya flu burung, cikumunya, dan infeksi bakteri enterobacter sakazakii pada bayi karena susu formula, akan tetapi penyakit yang justru menyerang denyut saraf otak generasi muda, yakni psiko-intelektual. Tidak banyak yang perlu dikhawatirkan dari keberadaan penyakit ini. Penyakit ini pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut: maunya menang sendiri, dominasi, individualistik, kecil hati, dan merasa dirinya paling pintar (benar). Penyakit ini biasanya bersembunyi di balik tirai besi kebebasan. Menyuarakan kebebasan hingga pada akhirnya menjadi keblabasan, dan manyatakan paham pada semangat perjuangan dan nilai-nilai demokrasi yang kemudian dikhianati dengan demo yang crazy “democrazy”.
Sungguh naif apabila kita berfikir maka kita ada, sebuah pemahaman filosofis yang kemudian di telan mentah-mentah tanpa adanya pemenuhan hak sosial politik orang lain, sehingga toleransi membeku dan kenyamanan pun jauh. Bahkan ironisnya, kecenderungan untuk memikirkan pendapat orang lain tidaklah benar dan apa yang menjadi pemikiran dirinya sendiri haruslah diikuti dan mengarahkan pada apa yang disebut kebenaran absolute.
Dimana letak kebingungan itu?. Pertanyaan yang cukup wajar dilontarkan lantaran psiko-inteletual menjadi wahana subur bagi kekerasan internal dalam otak manusia yang diklaim sebagai cendekiawan muda ini.Cak Nun mengkonstatasikan bahwa kebingungan terletak dalam arti diri kita, menempatkan kebenaran itu adalah sesuai dengan asumsi kita, keinginan kita, dan kepentingan kita. Demikianlah menjadikan manusia itu puas sementara waktu namun keterasingan dan kemelaratan ilmiah karena pemikiran jalanan yang tak konstruktif dan sama sekali tak manfaat.
Aras pemikiran mana yang paling baik?. Tidak ada aras pemikiran yang paling baik. Hanya ada mereka yang berfikir manfaat dengan landasan yang kuat dan menggugat sesuatu hal bukan karena kepentingan dan nafsu diri sendiri akan tetapi untuk kepentingan umat. Kita semua hampir sepakat bahwa para filosof yang berpikir dengan konsep paling dasar baik ontologi, epistemlogi, dan aksiologi tak luput pada ajarannya yang menjunjung tinggi nilai-nilai asasi manusia, mereka dari barat ke timur, seperti halnya Tokoh utama filsafat Barat antara lain Plato, Thomas Aquinas, Rene Descartes, Immanuel Kant, George Hegel, Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Marx, Friendrich, Nietzche, dan Jean paul Sartre, menuju ke filusuf tengah: Avicenna (Ibu Sina), Ibnu Tufail Kahlil Gibran, dan Averroes kemudian Para filosof ketimuran seperti Siddharta Gautama, Bodhidharma, Kong hu cu, Zhuang Zi, dan Mao Zedong adalah sederetan filosof terkemuka dunia yang dalam hidupnya mendahulukan keinginan pemberdayaan dan pembaharuan sistem dengan cantik dan elegan. Bukan memaksakan keinginan untuk mengikuti pikirannya.

Awaludin Marwan, SH
Saudara kembar sial Barack Obama Senator Illionis, cuman beda nasib

Gambar: Rommy listiohardi

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Adalah menarik menulis tanpa referensi tertulis sebagaimana Tan Malaka menulis Madilog, namun mesti ada syaratnya, yakni telah membaca dan memahami betul apa yang ditulis itu.

Saya menyebut orang-orang yang telah sampai pada tahap seperti itu telah sampai pada Meta-teori atau melampaui teori (walaupun yang ditulis tak mesti berupa "etori" dalam arti positivis), walaupun juga Tan Malaka terpaksa menulis tanpa menuliskan rujukannya karena buku-bukunya hilang, tak terbawa, selama pelariannya ke luar negeri sampai kembali ke Indonesia.

Orang-orang yang sudah melampaui teori, dapat diasumsikan walaupun ia mungkin belum membaca semua teori, tapi dengan bekal bacaan dan referensi yang berlebih, yang telah mengasah ketajaman intelektualnya, menjadikannya seakan telah menguasai segala teori....

Sebagaimana Stephen Hawkings yang tak kuasa berkata-kata karena lumpuh tapi merupakan penyumbang brilian "The Theory of Everything". Di Indonesia mungkin banyak yang sudah seperti itu, Gede Prama, Cak Nun, dan ....eit coba klo kita baca buku Arkeologi Penegtahuan dari Michel Foucault, atau The Human Condition -yang baru tak baca kemarin- dari Hannah Arent, saya merasa meerka telah melampaui teori...

Kalaupun ada waktu, kemampuan, dan keinginan, atau bahkan itu sebuah keniscayaan yang tinggal menunggu waktu untuk menjadi seorang yang melampaui teori, maka kita mesti minimal seperti mereka, dan pasti mesti melampaui mereka...

Sayangnya saya termasuk yang percaya, bahwa tidak semua orang mampu dan mau melampaui teori...

Anonim mengatakan...

Oh...iya sejak akhir perkuliahan saya kena virus sastra dengan tanpa meninggalkan filsafat, pendidikan, agama dan lainnya... Jadi saya mau sajikan sedikit versi kutipan bebas saya dari seorang sufi agung, yang pada peringatan 800 tahu wafatnya tahun 2007 kemarin menjadi tema utama Unesco, yakni Maulana Jalal al-Dien al-Rumi (dibaca: Maulana Jalaluddin Rumi).

"Semua orang terlahir dengan kepakan sayap, mengapa lebih suka merangkak dalam kehidupan ini"
"Seandainya saya diberi tinta Ilahi, akan saya patahkan pedang dengan kata-kata"

Mohon maaf klo ada kutipan yang salah....

Dan ini renungan saya dari sebuah kamar sempit kala selesei membolak-balik halaman buku;

"Ketinggian ilmu ditunjukkan dengan kerendahan hati, kerendahan ilmu terlihat dari ketinggian hati"
"Belajar, memahami semua, tak sekadar untuk menjadi lebih pintar, lebih dari itu adalah untuk menjadi lebih bijak"

Wallahu a'lam bish shawab...

Anonim mengatakan...

Mohon maaf menyela...
Kok tulisan Bayu ndak ada yang ngomentari, barangkali kita kena penyakit seperti yang dinamakan Luluk2...he2
Luk aku mau nanya...
Asal mula penyakit itu darimana to?
Terus, kalau terkena penyakit itu ngobatinnya ke dokter apa?
terus,ciri-ciri kalau sudah sembuh itu seperti apa?
tapi, kalau tak pikir-pikir kok, itu bukan penyakit...
namun munculnya sebuah kesadaran diri akibat refleksi...
terus gimana tu, berarti yang sakit yang tidak melakukan, seperti yang dikalukan Fahmi, itu dong?
piye jal?

Anonim mengatakan...

ketika kita mengejar suatu keindahan, pastilah ada keindahan lain yang kita tinggalkan..